Dukungan suporter, menurut dia, menjadi energi tambahan bagi tim. Hubungan pemain dan penggemar tercipta alami, lalu membangun ikatan emosional yang jarang dia temukan di pengalaman sebelumnya.
Jansen juga menyoroti perkembangan tim selama satu musim penuh. Dia menilai Bali United mampu menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan fase awal kompetisi, terutama dalam pemahaman taktik dan konsistensi permainan.
“Tapi sejujurnya saya sangat menyukainya jika melihat proses tim kami, kami mengambil langkah besar ke depan. Jadi saya sangat senang dengan apa yang saya lihat,” ucap Jansen.
Pengalaman bermain di kandang juga menjadi memori tersendiri. Atmosfer Stadion Kapten I Wayan Dipta disebutnya selalu menghadirkan dukungan luar biasa dari tribun.
“Saya sangat senang bermain berkali-kali di Dipta (Stadion Kapten I Wayan Dipta) dengan fans yang luar biasa, hubungan yang baik dengan mereka,” sambungnya.
Menghadapi sepak bola Indonesia memberi tantangan berbeda dibandingkan Eropa. Jansen menyebut perbedaan budaya, gaya bermain, serta dinamika kompetisi membuatnya terus belajar dan berkembang sebagai pelatih.
“Ya, ini tahun yang baik, saya belajar banyak dari sepak bola Indonesia karena sangat berbeda dengan apa yang saya alami di Eropa. Saya belajar banyak dan senang memiliki pengalaman ini,” pungkasnya.