Insiden tersebut berujung penalti 5 detik untuk Team WRT 32. Meski terlihat ringan, dampaknya sangat signifikan mengingat persaingan di kelas LMGT3 berlangsung ketat dengan jarak antar mobil yang sangat dekat.
Saat penalti dijalankan pada pit stop berikutnya, posisi Sean langsung merosot tajam. Dia terlempar keluar dari 10 besar, memupus peluang realistis untuk finis di podium.
Augusto Farfus yang mengambil alih kemudi berusaha keras mengembalikan posisi tim. Dalam kondisi lintasan yang sempat diguyur hujan ringan, dia tetap tampil konsisten dan mampu merangsek kembali ke posisi sepuluh besar.
Perlahan tapi pasti, Farfus membawa mobil ke posisi delapan sebelum menyalip Logan Sargeant untuk naik ke posisi tujuh. Dia kemudian melanjutkan tren positif hingga akhirnya menembus lima besar.
Dua posisi tambahan berhasil diamankan di fase akhir lomba. Hasil finis di posisi kelima menjadi capaian maksimal yang bisa diraih setelah penalti merusak strategi tim.
“Itu adalah usaha terbaik kami. Kami juga senang karena mobil Team WRT lainnya menjadi pemenang. Selamat!” ujar Sean.
Pada balapan ini, Team WRT 69 keluar sebagai pemenang di kelas LMGT3. Sementara di kelas Hypercar, Toyota berhasil mengalahkan Ferrari yang tampil di kandang sendiri. Putaran kedua FIA WEC akan berlangsung di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia pada 9 Mei.