"Mereka merekrut banyak pemain yang sangat bagus. Tetapi beberapa dari mereka bermain di area yang sebenarnya kami sudah kuat. Jadi saya tidak senang," kata Pellegrini.
Kiprah mantan pelatih Manchester City hanya seumur jagung di Santiago Bernabeu. Skuat bertabur bintang miliknya gagal menorehkan prestasi. Madrid finis kedua di Liga Spanyol dan disingkirkan Olympique Lyon pada babak 16 Besar Liga Champions.
Pellegrini akhirnya dipecat dan melanjutkan karier di Malaga. Di sana dia merasakan salah satu momen keemasan di dunia kepelatihan.
“Ketika musim berakhir, Real Madrid melanjutkan perjalanan mereka, sementara saya mengikuti jalan saya," tuturnya.
"Ketika satu pintu tertutup, yang lain terbuka. Saya beruntung pergi ke Malaga dan itu adalah salah satu momen paling sukses dalam karier saya. Saya membangun tim. Kami lolos ke Eropa dan mencapai perempat final Liga Champions," ucapnya.