Target tersebut bukan sekadar menjadi semifinalis, melainkan meraih medali. McPherson menegaskan motivasi timnya sudah mengarah pada pencapaian prestisius itu. "Sebelum turnamen, mereka menetapkan target setidaknya semifinal dan meraih medali di turnamen ini," tegas dia.
Kini Filipina U-22 berada pada posisi aman dan hanya menunggu lawan pada semifinal. Kondisi ini sangat berbeda dengan Indonesia U-22 yang tengah berada di tepi jurang. Nasib Skuad Garuda Muda akan ditentukan pada laga melawan Myanmar, Jumat (12/12/2025), ditambah hasil dari pertandingan grup lainnya.
McPherson menegaskan dalam kondisi ini, Filipina justru memilih mengalihkan fokus untuk pulih dan mempersiapkan diri menghadapi babak selanjutnya.
"Fokus kami sekarang adalah menikmati istirahat setelah bermain dua pertandingan dalam rentang empat hari dan sekarang kami bisa beristirahat, (waktunya) mengisi ulang, secara mental dan fisik,” tutupnya.
Dengan ambisi besar yang kini diusung, Filipina U-22 berpotensi menjadi kuda hitam paling berbahaya di turnamen. Keberhasilan menyingkirkan juara bertahan menjadi bukti bahwa mereka siap menjadi ancaman serius dalam perebutan medali SEA Games 2025.
Dukung terus perjuangan atlet-atlet Indonesia di SEA Games 2025. Jangan lewatkan perjuangan tim Merah Putih di multiajang paling elite di Asia Tenggara itu hanya di iNews.