Melihat fasilitas stadion yang ada pelatih asal Irlandia Utara ini menuturkan, stadion lebih menyerupai venue untuk pertandingan Liga 3 atau Liga 4. Sebab dari segi infrastruktur memang bertanding di Stadion Gelora B.J. Habibie dinilainya terlalu dipaksakan.
"Pertandingan ini seharusnya dibatalkan. Kita seharusnya bermain di Bali atau tempat lain. Jadi, Anda tahu, kita ingin Indonesia menjadi lebih baik tetapi lihat situasinya masih sama. Ini memalukan, Ini Liga 3 atau Liga 4. Ini stadion Liga 4," katanya.
Bahkan Munster menganggap tidak ada perubahan di sepak bola Indonesia setelah dia sempat meninggalkannya dan berada di Brunei Darussalam. Hal ini dibuktikannya di tahun 2025 di mana beberapa stadion masih dijumpai fasilitas yang kurang memadai.
"(Persepakbolaan Indonesia) Tidak ada yang berubah, dan 2025, sama saja, masih menjadi masalah. Kita semua harus malu tentang ini. Anda tidak boleh menerima ini. Ciptakan lingkungan seperti ini dengan staf pemain. Orang ini, semuanya. Kita tidak boleh menerima situasi ini. Ini tidak boleh diterima," jelasnya.
Pelatih berusia 42 tahun itu juga meminta PSSI menyelidiki mengapa stadion belum selesai direnovasi bisa lolos verifikasi, dan menjadi tempat venue pertandingan. Baginya ini hal yang tidak mengenakkan sebagai tim tamu.