Sorotan lain datang dari kehadiran Jacksen F Tiago sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge. Dia menilai turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 sebagai jalur awal menuju level profesional hingga tim nasional.
“Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya. Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” ujarnya.
Jacksen juga mengulas tantangan melatih pesepak bola putri, terutama dari sisi psikologis.
“Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen.
Di lapangan, final KU 10 Tangerang berlangsung sengit. SDN Pinang 3 C menundukkan British School Jakarta 2-1 di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek. Nitya Safira Jaya menjadi pembeda lewat dua gol, masing-masing dari titik penalti menit ke-2 dan tembakan jarak jauh menit ke-19.