Fajar mengatakan pertandingan semifinal menguras banyak tenaga. Karena itu, fokus utama tim saat ini adalah memulihkan kondisi fisik agar dapat tampil maksimal di laga penentuan.
Dia menegaskan kelelahan bukan alasan untuk menurunkan performa saat tampil di final. Persiapan pemulihan menjadi prioritas agar bisa bertanding dalam kondisi terbaik.
"Kami mau menyiapkan, recovery sebaik mungkin untuk malam ini karena memang melelahkan hari ini tapi itu bukan jadi alasan untuk laga. Semoga besok kami bisa fit dan bisa fresh untuk bisa memenangkan pertandingan," kata Fajar.
Di sisi lain, Muhammad Shohibul Fikri mengaku bersyukur bisa membawa Indonesia melangkah ke final. Dia menilai kemenangan atas pasangan Jepang diraih melalui perjuangan yang tidak mudah.
Menurut Fikri, fokus sepanjang pertandingan menjadi faktor utama yang membawa mereka melewati tekanan, baik saat unggul maupun tertinggal dalam perolehan poin.
"Dengan kesulitan yang ada, kami tetap mencoba fokus baik saat unggul maupun tertinggal. Dengan bantuan dan saling memberi dukungan antara partner juga pelatih membuat kami bisa tampil lebih percaya diri, lebih rileks," katanya.
Final Japan Open 2026 menjadi kesempatan besar bagi Fajar/Fikri untuk mengakhiri penantian gelar sekaligus membuktikan kemampuan mereka saat menghadapi pasangan ganda putra terbaik dunia. Dengan modal kemenangan dramatis di semifinal, wakil Indonesia itu bertekad memberikan perlawanan terbaik demi membawa pulang gelar juara.