Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menegaskan komitmen kementeriannya untuk bekerja sama dengan FPTI, atlet, dan keluarga yang terdampak. Dukungan tersebut mencakup pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.
“Mereka harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka ada marwah bangsa Indonesia karena mereka pejuang modern di era ini," ucap Erick.
"Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik," sambung dia.
Langkah pembentukan tim investigasi dan pembukaan layanan pengaduan menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah serta federasi dalam menangani dugaan kekerasan di lingkungan olahraga.
Upaya ini diharapkan mendorong terciptanya ruang aman bagi seluruh atlet Indonesia untuk berlatih dan berprestasi tanpa rasa takut.