Dia juga menambahkan, kritik terhadap sistem hanya muncul setiap kali tim kalah.
“Saya tidak percaya pada anggapan sistem adalah masalahnya. Jadi saya bermain dengan cara saya dan saya akan terus bermain dengan cara itu sampai saya memutuskan untuk mengubahnya,” jelas Amorim.
Amorim menegaskan dia memahami dinamika sepak bola modern, di mana hasil menentukan narasi.
“Saya mengerti bagaimana sepak bola bekerja dan hasil yang menentukan cerita. Saya melihatnya seperti itu. Saya tahu ini sulit untuk orang-orang. Fans tidak ingin mendengar hal-hal seperti itu. Saya tidak berbohong kepada diri saya sendiri. Saya melihat rekornya dan saya menerima keputusan apa pun,” pungkasnya.
Dengan tekanan yang semakin besar dan fans yang mulai kehilangan kesabaran, masa depan Amorim di Old Trafford kini berada di ujung tanduk. MU menghadapi pilihan sulit: bertahan dengan filosofi Amorim atau mencari sosok baru yang bisa membangkitkan kembali kejayaan klub.