Pertanyaannya, bisa apa Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia? Pasalnya, dalam CV yang dimilikinya, arsitek 48 tahun itu tak punya prestasi mentereng dalam karier kepelatihannya.
Sebagai pemain, Kluivert memang memiliki nama besar. Dia pernah meraih trofi Liga Champions bersama Ajax Amsterdam pada 1994-1995. Dia juga pernah juara Liga Spanyol bersama Barcelona. Selain itu, dia pernah berseragam AC Milan, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven dan terakhir main untuk Lille.
Namun, sebagai pelatih, pria 48 tahun itu bisa dibilang minim pengalaman. Dari CV yang dimilikinya sebagai pelatih, tak ada prestasi yang bisa dibanggakan.
Karier kepelatihannya dimulai dengan menjadi asisten pelatih klub Belanda AZ Alkmaar pada Juli 2008. Kemudian, dia juga pernah menjadi asisten pelatih klub Australia, Brisbane Roar, di bawah kepemimpinan Pelatih Ange Postecoglou pada Januari 2010. Setelah itu, dia juga sempat menjadi asisten pelatih NEC Nijmegen pada 2010-2011.
Setahun kemudian, dia menukangi klub junior, Jong Twente, pada 2011-2012 di mana dia menjuarai Beloften Eredivisie 2011–2012, kompetisi untuk tim cadangan. Setelah itu, Kluivert diboyong Louis van Gaal menjadi asisten pelatihnya di Timnas Belanda pada 2012-2014.