"Minggu pertama setelah itu, saya sulit tidur, terus memikirkan apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi. Anda mencoba memahami mengapa semuanya tidak berjalan sesuai harapan,” ucap Diks kepada Bundesliga, dikutip Jumat (12/12/2025).
Meski begitu, pemain Borussia Monchengladbach tersebut menyadari setiap turnamen memiliki cerita berbeda dan tidak selalu berpihak pada keinginan tim.
“Tapi terkadang itu memang bukan waktu Anda, bukan turnamen Anda. Mungkin akan ada kesempatan berikutnya,” sambungnya.
Setelah sekitar satu minggu, Diks mulai berkomunikasi dengan rekan-rekannya di Timnas Indonesia untuk meredam kekecewaan dan menyatukan kembali fokus tim.
"Setelah sekitar seminggu, saya mulai berbicara dengan beberapa rekan di Timnas Indonesia, dan kami sepakat bahwa ya, begitulah adanya dan kita tidak bisa mengubah masa lalu,” tuturnya.