Tidak hanya itu, dia juga menegaskan dirinya bukan tipe pemain individualis. Marselino menempatkan kepentingan tim di atas segalanya. Dia ingin menjadi bagian penting dari perjalanan Trencin menuju puncak klasemen Liga Slovakia.
“Saya pemain tim dan saya berharap dapat membantu Trenčín mencapai puncak klasemen. Tujuan saya, seperti yang telah saya sebutkan, adalah memberikan yang terbaik untuk diri sendiri dan tim,” sambungnya.
Lebih jauh, pemain asal Jakarta itu mengaku tidak sabar untuk segera beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dia ingin cepat mengenal rekan setim, jajaran pelatih, serta para pendukung Trencin yang dikenal fanatik.
“Saya ingin memberikan segalanya untuk Trencín, dan saya tak sabar untuk mengenal para pemain, tim manajemen, dan tentu saja para penggemar,” tambahnya.
AS Trencin kini sedang berada dalam jalur persaingan ketat di Liga Slovakia 2025-2026. Klub tersebut menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan torehan 12 poin dari enam pertandingan.
Prestasi klub ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Trencin pernah dua kali menjuarai Liga Slovakia secara beruntun pada musim 2014-2015 dan 2015-2016. Pada periode yang sama, mereka juga mengukir sejarah dengan meraih gelar Piala Slovakia.
Ambisi Marselino untuk membawa Trencin ke puncak klasemen jelas bukan sekadar wacana. Dengan pengalaman di Eropa serta kualitas yang dimilikinya, gelandang Timnas Indonesia itu bertekad menorehkan sejarah baru bersama klub asal Slovakia tersebut.