Media tersebut juga menyoroti ambisi Thailand sebagai tuan rumah yang ingin kembali berjaya setelah terakhir kali meraih emas pada 2017. “Thailand memiliki keuntungan sebagai tuan rumah dan bertekad merebut kembali gelar yang tidak mereka menangi sejak 2017,” sambungnya.
Namun perhatian terbesar Soha justru tertuju pada kedalaman skuad Indonesia U-22. Garuda Muda kali ini diperkuat nama-nama naturalisasi berkualitas seperti Ivar Jenner, Jens Raven, Mauro Zijlstra, Rafael Struick, hingga Dion Markx.
“Sementara itu, Indonesia merupakan juara bertahan dan diperkuat pemain naturalisasi berkualitas seperti Dion Markx, Ivar Jenner, Rafael Struick, Jens Raven, dan Mauro Zilstra,” terang Soha.
Tidak berhenti di situ, sebagian besar pemain Indonesia U-22 juga berpengalaman membela tim senior di Piala AFF 2024, seperti Cahya Supriadi, Muhammad Ferarri, Kakang Rudianto, Kadek Arel, hingga Marselino Ferdinan.
“Selain itu, setengah dari skuad U-22 Indonesia untuk SEA Games kali ini merupakan pemain yang pernah membela tim nasional senior di ASEAN Cup 2024,” lanjut Soha.
Komposisi dan pengalaman itu membuat Vietnam U-22 benar-benar memandang Indonesia sebagai rival utama dalam perebutan medali. Apalagi ketiga negara unggulan, yakni Indonesia, Thailand, dan Vietnam, berada di grup berbeda sehingga kemungkinan besar akan bertemu di semifinal atau final.
Untuk diketahui, Timnas Indonesia U-22 tergabung dalam Grup C bersama Filipina dan Myanmar. Garuda Muda akan mengawali perjuangannya dengan menghadapi Filipina di 700th Anniversary Stadium, Chiangmai, pada 8 Desember 2025.