Pelatih asal Brasil itu juga mengakui kesalahan di lini tengah menjadi awal petaka. Serangan balik PSIM lahir dari momen tersebut.
“Kami sudah membahas kualitas PSIM yang memiliki kemampuan teknis tinggi. Kami sempat melakukan satu kesalahan di lini tengah yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik. Saya akui gol tersebut tentu merugikan bagi kami,” tuturnya.
Di babak kedua, Persija terus menekan. Peluang demi peluang hadir melalui Gustavo Almeida, Jean Mota, dan Bruno Tubarao.
Namun, rapatnya pertahanan PSIM membuat semua upaya tersebut gagal berbuah gol tambahan. Persija harus puas dengan hasil imbang.
Hasil ini menjadi tamparan bagi Persija. Dominasi besar tanpa efektivitas membuat mereka kehilangan peluang meraih tiga poin.
Dengan begitu, Macan Kemayoran hanya bisa menambah satu poin, memotong jarak menjadi enam angka dari Persib Bandung di puncak klasemen.