Berdasarkan data pertandingan, Persija menguasai 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 19 tembakan. Sementara Persib hanya mencatat 34 persen penguasaan bola dengan tujuh tembakan sepanjang laga.
“Tim kami berusaha meraih kemenangan sejak menit pertama. Saya selalu berpatokan pada statistik pertandingan untuk menganalisis apa yang terjadi di lapangan. Tentu memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa, karena kami tetap harus memenangkan pertandingan,” kata Souza dalam konferensi pers usai laga, dikutip Minggu (10/5/2026).
“Namun, hal yang bisa kami kendalikan adalah membuat tim bermain seperti yang mereka tampilkan hari ini, bagaimana mereka menunjukkan sikap di lapangan. Kami adalah tim yang berani, yang terus bermain dengan bola sepanjang pertandingan, yang melepaskan 19 tembakan ke gawang Bandung, sementara mereka hanya punya tujuh tembakan ke gawang kami,” sambungnya.
Souza mengakui dirinya sama sekali tidak puas dengan hasil tersebut. Menurut dia, dominasi statistik tidak akan berarti jika Persija tetap menelan kekalahan.
“Jadi tentu saja kami tidak puas dengan hasil ini. Jelas kami tidak ingin hanya unggul dalam statistik. Tetapi angka-angka itu menjadi tolok ukur dari semua pekerjaan kami,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.