Sumardji menegaskan tugas manajer Timnas Indonesia tidak bisa dianggap ringan. Dia menyebut tanggung jawab di balik layar sangat besar dan penuh tekanan.
“Karena jujur saja memang tugas pekerjaannya manajer cukup berat ya. Sekali lagi cukup berat. Mungkin orang di luar menganggapnya itu ringan-ringan,” ujar dia.
Berdasarkan pengalamannya, seorang manajer wajib memastikan rasa aman, nyaman, dan kesejahteraan pemain selama membela Timnas Indonesia. Tanggung jawab tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari logistik hingga kebutuhan personal tim.
Selain urusan internal, manajer juga berada di garis depan saat hasil tim tidak sesuai harapan. Tekanan publik sering kali mengarah langsung ke posisi tersebut.
“Jujur sebenarnya selama ini yang saya alami itu sangat berat. Satu, harus bisa memastikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera pemain. Yang kedua, tekanan publik juga larinya pasti tertuju kepada manajer. Sehingga ketika itu tidak berhasil, manajer harus berani ngambil sikap dan harus bertanggung jawab,” ucap Sumardji.
Pernyataan itu menegaskan kompleksitas jabatan manajer Timnas Indonesia. Hingga kini, PSSI masih menunggu keputusan resmi dari Erick Thohir dan Exco terkait siapa figur yang akan mengisi posisi strategis tersebut.
Publik sepak bola nasional pun menanti langkah federasi, mengingat agenda Timnas Indonesia ke depan menuntut kesiapan manajerial yang solid dan terstruktur.