Liga Indonesia Dibekukan, Pemain Banting Setir, Mulai Jualan Kue hingga Jadi Satpam

Abdul Haris
Pemain Borneo FC Andri Muliadi bersama istri kini berjualan kopi lewat online untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saat kompetisi dibekukan. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.idPandemi Covid-19 benar-benar memukul para pelaku sepak bola di Indonesia. Bagaimana tidak, pembekuan kompetisi yang tak jelas ujung pangkalnya, hingga pemotongan gaji besar-besaran membuat praktisi olahraga sepak-menyepak ini mendadak jadi pengangguran.

Mau tak mau, untuk menyambung hidup, mereka harus menekuni profesi lain, mulai dari penjual makanan atau minuman, petugas keamanan, dan lain sebagainya.

Sejak Maret lalu, PSSI memutuskan untuk menghentikan Liga Indonesia, bukan hanya Liga 1, strata di bawahnya juga ikut vakum. Berulang kali ada usaha federasi untuk kembali melanjutkan kompetisi, namun selalu gagal karena tak dapat izin kepolisian.

Liga diperkirakan baru bisa mulai awal tahun depan. Padahal, banyak liga di seluruh dunia sudah memutar kembali roda kompetisi, tentu dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Sontak, kondisi ini membuat sempoyongan para pelaku olahraga ini, baik itu pemain, pelatih, ofisial, wasit dan lainnya. Terlebih, PSSI menghalalkan klub melakukan pemotongan gaji hingga 75 persen.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
1 jam lalu

Detail Transfer Nadeo ke Persija Terungkap, Kontrak Panjang dan Tukar Dua Pemain

2 jam lalu

Nadeo Argawinata Resmi Gabung Persija Jakarta, Macan Kemayoran Susun Skuad Mewah demi Kejar Juara

1 hari lalu

Bocoran 23 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026: Ada 7 dari Persib

1 hari lalu

Persib Siapkan Rotasi Besar Lawan Arema FC, Pemain Muda Dapat Panggung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal