“Lamine Yamal memilih untuk menghasut dan menyebarkan kebencian terhadap Israel saat tentara kami sedang berperang melawan organisasi teroris Hamas, organisasi yang membunuh, memperkosa, membakar, dan membunuh anak-anak, perempuan, serta orang tua Yahudi pada 7 Oktober. Siapa pun yang mendukung pesan seperti ini harus bertanya pada dirinya sendiri: apakah ini dianggap kemanusiaan? Apakah ini bermoral?” kata dia.
Dia juga menyoroti peran Barcelona sebagai klub besar dan meminta klub untuk mengambil sikap tegas terhadap aksi tersebut.
“Sebagai Menteri Pertahanan Negara Israel, saya tidak akan diam terhadap hasutan terhadap Israel dan rakyat Yahudi. Saya berharap klub besar dan dihormati seperti FC Barcelona menjauhkan diri dari pernyataan ini dan menegaskan tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme,” kata dia.
Pernyataan itu langsung memperluas kontroversi hingga ke level politik dan olahraga internasional, dengan Barcelona ikut terseret dalam sorotan.
Pelatih Barcelona Hansi Flick juga menanggapi aksi Lamine Yamal yang mengibarkan bendera Palestina dalam perayaan tersebut. Dia mengaku tidak terlalu menyukai keterlibatan simbol politik dalam momen perayaan olahraga.