Ferguson juga memberikan penilaian tinggi terhadap kualitas Gerrard selama membela Liverpool. Dia menyebut pemain tersebut sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah klub Merseyside tersebut.
“Bersama Graeme Souness, dia mungkin adalah gelandang terbaik yang pernah dimiliki Liverpool, meski saya menempatkan Souness sedikit di atas mereka semua," kata Ferguson dikutip dari Give Me Sport.
Graeme Souness dikenal sebagai gelandang tangguh saat memperkuat Liverpool pada era sebelumnya. Dia memiliki reputasi sebagai salah satu pemain paling keras dalam sejarah sepak bola Inggris.
Selain terkenal dengan permainan keras, Souness juga memiliki kemampuan teknik yang kuat saat menguasai bola. Banyak pengamat menilai kualitasnya sering kurang mendapat sorotan dibanding reputasi fisiknya di lapangan.
Sementara itu, Gerrard menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Liverpool dengan lebih dari 700 penampilan di semua kompetisi. Dia membawa klub tersebut meraih berbagai trofi, termasuk Liga Champions.
Namun satu pencapaian besar tidak pernah diraih Gerrard selama bermain di Liverpool, yaitu gelar Premier League. Liverpool dua kali hampir meraih gelar tersebut saat menjadi runner-up.
Kesempatan pertama datang pada musim 2008/2009 ketika Liverpool kalah bersaing dengan Manchester United yang dilatih Ferguson. Kesempatan kedua terjadi pada musim 2013/2014 ketika Manchester City menjadi juara di bawah Manuel Pellegrini.
Ferguson bahkan sempat menanggapi candaan terkait kegagalan Gerrard meraih gelar Liga Inggris sepanjang kariernya.
“Saya tidak berpikir itu sesuatu yang disayangkan dia tidak pernah memenangkan liga. Anda bercanda?” ujarnya.
Meski sering berada di sisi rival, Ferguson dan Gerrard tetap menjadi dua sosok ikonik dalam sejarah Premier League. Ferguson dikenal sebagai salah satu manajer paling sukses, sementara Gerrard dikenang sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain di kompetisi tersebut.