Di tengah kisruh ini, publik kembali menyoroti bagaimana Klopp dulu menangani situasi sensitif terkait pemain frustrasi—termasuk soal unggahan media sosial yang memicu kekisruhan.
Dalam wawancara di The Diary of a CEO, Klopp mengungkap metode uniknya dalam menghukum pemain yang mengunggah postingan bermasalah lalu menghapusnya.
"Kami pernah mengalami situasi di mana seorang pemain mengirim pesan teks atau unggahan di malam hari dan menghapusnya, tetapi saya tetap menyadarinya," jelas Klopp.
Ia tidak menegur secara pribadi, melainkan mengonfrontasi pemain tersebut di depan seluruh ruang ganti, agar pesan yang ingin disampaikan lebih mengena.
“Yang saya lakukan… saya masuk ke ruang ganti, bilang 'tadi malam, ini dan itu terjadi, dihapus, saya tahu isinya, tapi mungkin kamu ingin memberi tahu semua orang," ujarnya.