Komentar Petinggi Klub usai Liga 1 2024-2025 Selesai, Puas atau Kecewa?

Andri Bagus Syaeful
Komentar petinggi klub usai Liga 1 2024-2025 selesai digelar Sabtu (24/5/2025). (Foto: Persebaya)

Dia sangat mengapresiasi kepastian jadwal Liga 1 yang tersusun dengan baik. Menurutnya, klub butuh kepastian sehingga bisa mengelola berbagai kebutuhannya dengan baik.

"Bagaimanapun juga klub sepak bola itu seperti perusahaan. Karena penjadwalan kompetisi sudah pasti dan izin pertandingan juga jelas, maka kami sebagai pengelola bisa mengatur klub sebaik mungkin, bahkan lebih profesional. Jika hal ini bisa terus ditingkatkan, maka saya optimistis kita bisa menaikkan kualitas liga Indonesia di level ASEAN dan Asia," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Teknis Malut United menilai perubahan dan perbaikan kompetisi musim 2024/2025 telah memberikan angin segar bagi pendatang baru seperti mereka. Namun dia memberikan sedikit catatan untuk penggunaan VAR.

"Walau sering terlalu lama juga melihat VAR nya. Bisa 4-6 menit pemain tidak bergerak. Mungkin jika lebih cepat lebih baik lagi agar intensitas pertandingan tidak turun setelah checking VAR yang lama," ujarnya.

Presiden Persik Kediri, Arthur Irawan mengatakan keseimbangan persaingan di Liga 1 musim 2024/2025 jauh lebih ketat. Artinya, saat ini tidak ada jaminan tim tuan rumah bisa meraih kemenangan di setiap laga kandang.

"Faktor VAR, wasit yang kompeten, bahkan wasit asing memberikan pengaruh terhadap keseimbangan persaingan atau competitive balance yang menunjukkan perkembangan signifikan," katanya.

"Contoh, pada musim 2022/2023, kemenangan tim tuan rumah mencapai 49 persen. Musim 2023/2024, home win-nya 47 persen. Kini di musim 2024/2025 sementara di angka 43 persen. Ini menandakan, makin fair dan tidak ada jaminan tim tuan rumah akan mudah menang," ucapnya.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Liga 1: Borneo FC Bungkam Persik, Lilipaly Pamer Skill ke Kluivert

57 tahun lalu

Hasil Semen Padang vs Persik Kediri di Liga 1: Imbang, Kabau Sirah Masih Belum Aman

57 tahun lalu

Arema FC Kena Sanksi Berat Buntut Insiden Bus Persik, Aremania Kena Imbasnya

57 tahun lalu

Usut Tuntas! 15 Orang Diperiksa Terkait Insiden Pelemparan Bus Persik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal