Inter Milan tidak memulai musim dengan status unggulan mutlak. Mereka bahkan sempat mendapat kritik tajam setelah musim sebelumnya berakhir tanpa gelar. Chivu melihat momen tersebut sebagai titik balik penting bagi tim.
“Para pemain bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan kekuatan untuk bersaing di musim ini,” ungkapnya.
Dia menilai konsistensi menjadi faktor utama keberhasilan Inter. Meski sempat mengalami kekalahan, tim selalu mampu merespons dengan cepat.
“Musim itu seperti maraton, kami tim paling konsisten dan selalu bisa bangkit,” katanya.
Momentum besar terjadi pada periode Januari hingga Februari saat Inter meraih 14 kemenangan dari 15 pertandingan. Catatan itu menjadi fondasi kuat menuju gelar juara.