Kericuhan EPA U-20 Meledak! PSSI Tegaskan Aturan Anti-Rasisme

Cikal Bintang
Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa menyoroti kericuhan laga EPA U-20 dan menegaskan pentingnya sportivitas serta penolakan terhadap rasisme. (Foto: PSSI)

Ogawa menegaskan keamanan dalam pertandingan tidak hanya soal fisik, tetapi juga perlindungan dari tindakan diskriminatif.

Dia berharap insiden serupa tidak kembali terjadi di kompetisi usia muda maupun level profesional.

“Kita adalah manusia, tidak ada perbedaan. Harus saling menghormati,” ucap dia.

Menurut Ogawa, komunikasi di lapangan juga menjadi aspek penting dalam menjaga jalannya pertandingan.

Dia menjelaskan wasit tetap harus memberikan ruang dialog kepada pemain, terutama kapten tim, namun harus tetap singkat dan terkontrol.

“Kalau pemain bertanya dengan hormat, wasit harus menjawab. Tapi tidak perlu ada diskusi panjang. Cukup tanya, jawab, selesai,” ujar dia.

Ogawa menilai tanpa sikap saling menghormati, komunikasi di lapangan akan mudah memicu konflik.

Dia menegaskan disiplin dan etika menjadi fondasi utama untuk menjaga kualitas dan integritas pertandingan sepak bola Indonesia.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
Soccer
4 jam lalu

Tendangan Kungfu Viral, Fadly Alberto Tak Menyerah: Mimpi Jadi Bintang Tetap Hidup

Soccer
24 jam lalu

Komite Wasit PSSI Buka Data: Performa Naik, Tapi Masih Ada Kesalahan

Soccer
2 hari lalu

Kasus Tendangan Kungfu EPA U-20 Resmi Ditutup, Dua Klub Sepakat Evaluasi Total

Soccer
2 hari lalu

Tragedi Tendangan Kungfu di EPA U-20 Berakhir Damai, Fadly Alberto dan Raka Nurholis Saling Berangkulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal