Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia tampil lebih berani dalam membangun serangan. Dominasi pada babak kedua menghasilkan sejumlah peluang emas, meski belum berbuah gol penyama kedudukan.
Hubner mengaku bangga dengan performa tim secara keseluruhan. Dia menilai permainan kolektif yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Tetapi saya rasa kami bisa bangga dengan tim ini. Kami bisa menatap ke depan dengan optimisme,” ujarnya.
Kekalahan ini tidak menutup fakta peningkatan kualitas permainan Timnas Indonesia. Struktur permainan yang lebih rapi dan penguasaan bola yang solid menjadi sinyal positif untuk jangka panjang.
Dengan hasil ini, Timnas Indonesia menutup FIFA Series 2026 sebagai runner-up. Sementara Bulgaria mengukuhkan diri sebagai juara, hasil yang tetap memberi pelajaran berharga bagi Skuad Garuda untuk terus berkembang.