Sejauh ini, klub seperti Madura United dan Dewa United masih belum mampu memaksimalkan peluang di level ACGL.
Performa kedua klub menunjukkan bahwa tantangan di kompetisi ACGL dan ACL2 masih cukup berat untuk dihadapi.
Situasi ini membuat jalur tiga wakil Asia sebenarnya sudah terbuka cukup lama, tetapi belum pernah benar-benar dimanfaatkan.
Kini, pertanyaannya bukan lagi soal peluang di atas kertas, melainkan kesiapan klub Indonesia di lapangan.
Apakah runner-up Liga Indonesia berikutnya mampu menembus batas dan menjadi juara ACGL, sehingga membuka sejarah baru dengan tiga wakil di kompetisi Asia?