Artinya, pada musim 2027/28, Indonesia berpotensi memiliki tiga wakil sekaligus di kompetisi Asia: dua klub di ACL2 dan satu klub di ACGL.
Skema ini bukan penambahan kuota negara, melainkan hasil dari jalur prestasi klub yang berhasil menjadi juara di kompetisi tingkat Asia.
Dengan mekanisme tersebut, klub yang menjadi juara ACGL akan naik kasta dan mendapatkan tiket ke ACL2, sehingga slot tambahan terbentuk secara tidak langsung.
Dalam kondisi tertentu, jika runner-up liga kembali finis sebagai runner-up di musim berikutnya, slot kompetisi akan dialihkan ke peringkat di bawahnya sesuai aturan distribusi.
Namun, peluang ini tidak otomatis menguntungkan jika tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh klub Indonesia.