Dengan hanya beberapa detik tersisa, seluruh suporter Juventus di Allianz Stadium berdiri dan memberikan standing ovation kepada para pemain. Aksi itu dilakukan meski tim bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua setelah Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung.
Reaksi tersebut mencuri perhatian. Di tengah rasa kecewa akibat tersingkir, para pendukung tetap menunjukkan apresiasi atas perjuangan tim yang nyaris membalikkan keadaan.
Setelah peluit akhir berbunyi, sebagian besar suporter meninggalkan stadion. Namun situasi memanas ketika kelompok ultras di Curva Sud melontarkan hinaan kepada sesama pendukung dengan menyebut mereka “crappy”
Kelompok ultras tetap bertahan di tribune melewati akhir pertandingan. Mereka terus menyanyikan chant dukungan untuk tim, menunjukkan loyalitas di tengah hasil pahit yang harus diterima Juventus.
Kekalahan ini memastikan Juventus gagal melangkah lebih jauh di Liga Champions. Sementara Galatasaray melaju setelah memanfaatkan momentum di babak tambahan dan menutup laga dengan kemenangan dramatis di Turin.