“Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” tutur Rano.
Rano juga meminta PT Jakarta Propertindo selaku pengelola JIS untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan pihak San Siro. Langkah tersebut dilakukan demi mempercepat transformasi tata kelola stadion bertaraf internasional.
Menurut dia, penjajakan tersebut sejalan dengan rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026. Klub asal Italia itu dijadwalkan menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Rano menyebut kedatangan AC Milan menunjukkan besarnya daya tarik Jakarta di mata dunia sepak bola internasional. Dia menilai Jakarta mulai dipandang sebagai kota penyelenggara event olahraga global.
“Kedatangan AC Milan ke Jakarta adalah sinyal penting. Dunia melihat Jakarta sebagai pasar, sebagai panggung, dan sebagai kota yang punya gairah besar terhadap sepak bola. Maka tugas kita adalah memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” ucapnya.