Inter Milan Menggila, Cristian Chivu Sebut Satu Momen Kunci Hancurkan AS Roma

Reynaldi Hermawan
Cristian Chivu bongkar kunci kebangkitan Inter Milan saat menghancurkan Roma 5-2, termasuk perubahan krusial di babak kedua. (Foto: Inter)

Babak Kedua Jadi Titik Balik

Menurut Chivu, gol ketiga Inter di awal babak kedua menjadi momen yang memicu selebrasi besar di bangku cadangan. Gol itu juga mencerminkan instruksi yang dia berikan saat jeda.

"Itu yang kami minta saat jeda, memiliki pendekatan yang tepat langsung setelah jeda, untuk mengakhiri pertandingan dan mencetak lebih banyak gol," lanjut dia.

Dia menilai timnya mulai menunjukkan kedewasaan dalam membaca situasi pertandingan. Dalam beberapa laga sebelumnya, Inter dinilai terlalu cepat puas saat unggul.

"Malam ini, kami keluar di babak kedua dengan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan menghabisi pertandingan," jelasnya.

Chivu juga menanggapi tekanan dari Roma di babak pertama. Menurut dia, tidak mudah menekan Roma karena pergerakan pemain mereka sangat dinamis dan sering membuka ruang di sisi lapangan.

"Kami sedikit khawatir mereka memberikan bola kepada Malen, jadi Calhanoglu bermain sedikit lebih dalam dan kesulitan menutup Pisilli yang mengatur tempo. Kami menunjukkan lebih banyak keberanian di babak kedua dan memutus lini mereka, menggerakkan bola lebih cepat, serta mendorong playmaker kami ke posisi lebih maju," ucapnya.

Dia menambahkan peningkatan intensitas menjadi faktor pembeda. Inter tampil lebih agresif dalam perebutan bola dan mampu mengontrol permainan.

"Saat Anda memberi waktu dan ruang kepada pemain Roma, mereka sangat baik dalam menemukan celah dan mengatur penyerang mereka. Kami meningkatkan tempo, melakukan lebih banyak sprint untuk merebut bola, dan itu menjadi babak kedua yang sangat baik," tuturnya.

Di sisi lain, momen emosional terjadi saat Alessandro Bastoni mendapat standing ovation dari publik San Siro saat ditarik keluar. Dukungan itu datang setelah dia mendapat tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir.

Chivu juga menyinggung kondisi sepak bola yang penuh tekanan. Dia mengingatkan semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

"Saya tidak punya tongkat ajaib untuk memperbaiki semua yang salah, tetapi yang bisa saya katakan adalah kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam sepak bola," tutupnya.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
Soccer
14 jam lalu

Inter Milan Mengamuk! Comeback Lautaro Martinez Berujung Pesta Gol 5-2 atas AS Roma

Soccer
2 hari lalu

Alessandro Bastoni Jadi Rebutan, Inter Milan Tegas Tolak Tawaran Murah Barcelona

Soccer
7 hari lalu

Pemain Kunci Inter Milan Jadi Target Utama Juventus dan AS Roma, Siapa Dia?

Soccer
12 hari lalu

Barcelona Siapkan Mega Transfer, Bidik Bek Top Serie A di Musim Panas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal