“Saya jarang melihat mata mereka, karena mereka selalu melihat ponsel mereka. Saya menyebut ini generasi satu tangan, mereka selalu memegang ponsel di satu tangan, melakukan hal lain dengan tangan lainnya," ujanrnya.
Dia menegaskan kerja keras tim sepanjang musim akhirnya membuahkan hasil penting.
“Kami sadar kerja keras yang sudah dilakukan, apa yang kami lakukan untuk menjadi kompetitif, dan syukurlah kami kini telah mencapai target lolos Liga Champions dengan lima laga tersisa, jadi sekarang kami bisa menatap ke depan dan tetap kompetitif hingga akhir.”
Inter kini bersiap menghadapi semifinal Coppa Italia melawan Como. Leg pertama berakhir imbang 0-0, membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar.
Meski sempat mendapat banyak kritik musim ini, Chivu masih berpeluang menutup musim dengan dua trofi. Dia menilai timnya telah menunjukkan mental kuat sepanjang perjalanan.