Laga kedua di Stadion Pakansari Bogor itu dipimpin oleh wasit Xaypaseth Phongsanit, asal Laos. Setelah pertandingan, Remko Bicentini terlihat kecewa dan melayangkan kritikannya terhadap sang wasit.
Pelatih berusia 54 tahun itu menyayangkan bahwa wasit terlalu sering menghentikan pertandingan. Hal itu dianggap menghambat pola permainan Curacao yang semestinya tampil dalam tempo cepat.
"Saya pikir ada beberapa keputusan wasit, ya, kau tahu maksud saya (sambil tertawa), seperti kita ingin main cepat cepat-cepat, tapi selalu saja stop, stop, stop. Tidak ada alasan untuk kalah dalam pertandingan, tapi itu tidak bagus untuk pertandingan," kritik Bicentini.
Tak hanya itu, Remko Bicentini seakan juga memberikan sindiran menohok terhadap level kompetisi di Asia, khususnya Indonesia.
"Dan, kita tahu, banyak orang di sini di stadion, mereka sangat senang, sangat bangga dengan tim, tapi secara normal, saya pikir jika kita bisa bermain normal, itu bakal bagus juga untuk publik. Tapi, saya jadi paham jika terkadang level kompetisi di sini kerap tampak di pertandingan," ungkapnya terdengar kecewa.