Hasilnya dia sempat dihukum tidak boleh bertanding di Liga Singapura selama satu tahun pada Pada 2007. Dia menendang Bennet dengan dengkulnya saat keduanya bertemu di sebuah pertandingan liga.
Setelah sempat dipinjamkan ke klub Malaysia, PDRM FA, Along bermain untuk Tampines Rovers sampai 2009. Lalu, dia baru bergabung dengan Arema FC pada musim 2009/2010.
Bersama Arema, Along menjadi striker yang sangat ditakuti oleh klub-klub di liga teratas sepak bola Indonesia saat itu. Dia berhasil mencetak 32 gol dari 73 penampilan bersama Singo Edan –julukan Arema.
Kombinasinya dengan Moh Ridhuan dengan Roman Chmelo di lini depan Arema benar-benar menjadi kunci performa apik Singo Edan saat itu. Along mempersembahkan trofi kampiun Liga Super Indonesia untuk klub asal Malang tersebut pada musim perdananya.
Usai dua musim membela Arema, Along melanjutkan karirnya ke Persib Bandung pada Januari 2012. Along hanya sebentar dan kembali ke Tampines Rovers enam bulan kemudian.