Hasilnya, sejak kali pertama digelar pada 2018, GSI sukses menjadi salah satu tolok ukur ajang pembinaan sepak bola dari mulai tingkat kecamatan sampai provinsi. Buktinya, beberapa pemain yang tampil di GSI mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia.
“Kami ingin menelusuri potensi bakat-bakat siswa dibidang sepak bola yang harapannya dengan program ini mendapatkan calon calon bibit bibit unggul yang kita coba identifikasi untuk menjadi bibit-bibit pemain Timnas masa depan. Karena itu program ini terus kita lakukan bersama-sama bergotong-royong dengan PSSI dan tim pelatih,” kata Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi.
Asep Sukmayadi menjelaskan, dalam dua tahun terakhir event GSI digelar secara berbeda karena bagian dari adaptasi dengan situasi pandemi covid-19. Jika di GSI 2018 dan 2019 digelar dengan sistem turnamen terbuka, dengan melahirkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai juara GSI 2018 dan 2019, tahun 2020 dan 2021 seleksi pemain dilakukan secara virtual dan siste pemusatan latihan yang dilakukan dengan protokol ketat.
Seleksi dilakukan dengan meminta siswa mengirimkan video keterampilan individu sesuai ketentuan kemudian dikirim ke panitia untuk diseleksi tim pelatih. Setelah itu, tim pelatih akan memilih perwakilan dari masing-masing provinsi untuk mengikuti pemusatan latihan atau training center di bawah pelatih-pelatih berpengalaman yang juga pernah memperkuat timnas Indonesia.
Di pemusatan latihan, banyak pelatih dan mantan pemain timnas yang akan memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk peserta. Mulai dari Indra Sjafri, pelatih lisensi Pro AFC Yeyen Tumena, mantan pemain timnas Isnan Ali, Firman Utina, Budi Sudarsono dan lain lain akan ikut menjadi tim pelatih.
“Semua aktivitas dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami tidak ingin karena pandemi pencarian bakat bakat pemain yang selama ini sudah dilakukan GSI ikut berhenti. Karena itu, selain mengejawantahkan Instruksi Presiden terkait percepatan sepak bola nasional, GSI ini juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kita mengkampanyekan hidup sehat dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Semangat untuk menolak menyerah, dengan tetap berprestasi di tengah pandemi,” kata Asep.