Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyayangkan keras insiden tersebut. Dia menilai kejadian ini merusak tujuan utama kompetisi usia muda.
“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.
Ferry menegaskan pembinaan karakter menjadi hal utama dalam kompetisi EPA. Dia menekankan pentingnya sportivitas bagi para pemain muda.
“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,” jelasnya.
I.League menyatakan tidak ada toleransi terhadap tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Dukungan penuh terhadap langkah tegas federasi pun diberikan.