Bagi sebagian masyarakat Sunda, Maung tak hanya dimaknai sebagai hewan penguasa rimba di Tatar Pasundan. Dalam kultur masyarakat Sunda, Maung dipercaya sebagai jelmaan raja termasyur di Tatar Sunda, Prabu Siliwangi.
Sedangkan Persik Kediri dijuluki sebagai Macan Putih. Pemberian julukan tersebut tidak muncul asal-asalan.
Ada cerita sejarah lokal dalam julukan yang dipakai Persik tersebut. Macan Putih dianggap sebagai jelmaan Prabu Jayabaya dan menjadi simbol kemasyuran Kota Kediri.
Arema memilih singa sebagai identitas klub. Klub asal Malang itu dijuluki sebagai Singo Edan atau Singa Gila. Singa memang sudah menjadi lambang Kota Malang sejak zaman Hindia Belanda.
Oleh sebab itu, Arema memilih Singo Edan sebagai julukan sebagai simbol keperkasaan. Klub kebanggaan Aremania itu diharapkan menjelma layaknya singa yang gahar saat bertanding di lapangan.