Memasuki babak kedua, Bhayangkara FC tampil semakin menekan. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan untuk mengurung pertahanan Semen Padang.
Pada menit ke-49, Ryo Matsumura menggandakan keunggulan melalui tendangan penalti. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat tuan rumah semakin leluasa mengatur permainan.
Tiga menit berselang, Moussa Sidibe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya pada menit ke-52 membuat Bhayangkara FC memimpin 3-0.
Semen Padang kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak kedua. Tekanan konsisten membuat lini belakang Kabau Sirah terus berada dalam ancaman.
Gol keempat lahir pada menit ke-73 melalui Henri Doumbia setelah memanfaatkan umpan Ryo Matsumura. Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini memperlihatkan efektivitas Bhayangkara FC saat menghadapi tim yang bermain dengan 10 orang. Semen Padang harus melakukan evaluasi setelah kekalahan telak di Bandar Lampung.
Bhayangkara FC (4-2-3-1): Aqil Savik; Putu Gede, Slavko Damjanovic, Leo Silva; Wahyu Subo Seto, Moises Wolschick; Privat Mbarga, Ryo Matsumura, Moussa Sidibe; Henri Doumbia.
Pelatih: Paul Munster.
Semen Padang (4-2-3-1): Arthur Augusto; Ravy Tsuoka, Jaime Geraldo, Asyraq Gufron, Samuel Christianson; Boubakary Diarra, Ripal Wahyudi; Maicon Souza, Kianz Gonzalez, Firman Juliansyah; Diego Machado.
Pelatih: Dejan Antonic.