Curaçao berusaha membalas. Juriën Gaari melepaskan tembakan yang hanya melenceng tipis dari sasaran. Pantai Gading hampir menggandakan keunggulan, tetapi Franck Kessié dan Amad Diallo justru saling menghalangi saat mencoba menyambut umpan silang Diomandé.
Sepanjang babak pertama, Pantai Gading tampil lebih dominan. Curaçao lebih banyak mengandalkan percobaan dari luar kotak penalti. Menjelang turun minum, Leandro Bacuna sempat menciptakan peluang setelah menusuk ke kotak penalti, tetapi sepakannya hanya melebar di sisi gawang.
Memasuki babak kedua, Curaçao wajib mencetak sedikitnya dua gol untuk menjaga peluang lolos. Namun, justru Pantai Gading yang hampir menambah keunggulan ketika tembakan Kessié berubah arah akibat membentur pemain lawan dan hanya melenceng tipis.
Sherel Floranus sempat mencoba peruntungan melalui tembakan jarak jauh, tetapi Curaçao kesulitan menciptakan ancaman secara konsisten.
Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-64. Nicolas Pépé menerima umpan Ibrahim Sangaré, menggiring bola dengan tenang, lalu melepaskan tendangan melengkung ke pojok atas gawang. Gol tersebut memastikan kemenangan Pantai Gading 2-0. Tujuh dari sembilan gol terakhir Pantai Gading di Piala Dunia kini tercipta setelah turun minum.
Tahith Chong sempat melepaskan tembakan tepat ke arah Yahia Fofana pada 16 menit terakhir. Namun, itu hanya menjadi tembakan tepat sasaran kedua Curaçao sepanjang laga, menunjukkan minimnya ancaman yang mampu mereka berikan.
Kekalahan ini membuat Curaçao yang menempati peringkat ke-82 dunia gagal menjadi negara dengan peringkat FIFA terendah yang mampu mencapai fase gugur Piala Dunia. Sementara itu, Pantai Gading mencatat kemenangan kedua mereka di edisi Piala Dunia kali ini dan akan menghadapi runner-up Grup I, yakni Prancis atau Norwegia, pada babak 32 besar di Dallas.