Keasyikan menyerang, Inter malah kecolongan. Sebuah sundulan Robin Gosens ke mengenai tangan bek sayap Inter Matteo Darmian di dalam kotak penalti. Sontak, wasit langsung mendapat instruksi dari Video Assistant Referee. Setelah melihat monitor di pinggir lapangan, sang pengadil akhirnya menunjuk titik penalti.
Gelandang Fiorentina Rolando Mandragora maju sebagai algojo. Dengan tenang pemain Italia itu mengecoh kiper Inter Yann Sommer untuk menyamakan skor pada menit ke-44.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin menarik. Inter kembali bermain tancap gas untuk bisa kembali unggul. Namun, hingga akhir babak pertama skor tak berubah.
Usai turun minum, pelatih Inter Simone Inzaghi memasukkan Piotr Zielinski menggantikan Hakan Calhanoglu. Hasilnya, I Nerazzurri bermain lebih agresif.
Perubahan itu berbuah positif. Tak butuh waktu lama, Inter kembali unggul lewat gol Marko Arnautovic (52’) yang memaksimalkan umpan Carlos Augusto.
Setelah itu, Inter terus menyerang, sekaligus menjaga keseimbangan permainan. Namun, hingga akhir pertandingan tak ada gol tambahan tercipta.
Kemenangan ini membuat Inter semakin mantap di peringkat kedua klasemen dengan 54 poin, menempel Napoli yang ada di puncak dengan selisih hanya satu angka.