Sementara Singo Edan yang skema serangannya tak begitu efektif baru mampu membuat tiga peluang hingga menit ke 40'. Penyelesaian akhir yang kurang sempurna pun membuat mereka kesulitan memecahkan kebuntuan.
Menit 44', Leo Lelis sukses memecahkan kebuntuan sekaligus membawa unggul Persiraja. Arema yang dibuat frustrasi akan gaya bertahan yang dalam pun harus tertinggal 0-1 saat jeda turun minum.
Kecolongan jelang jeda turun minum membuat Singo Edan kian termotivasi untuk meningkatkan permainan mereka. Dominasi pun kembali berhasil ditunjukkan.
Tak seperti babak pertama, tim asuhan Eduardo Almeida itu dengan cepat memecah kebuntuan. Kesalahan kecil yang dilakukan Persiraja berhasil diganjar dengan mahal.
Kesalahan yang dilakukan Laskar Rencong membuat Singo Edan menyamakan kedudukan dengan mudah lewat tendangan penalti menit 48'. Carlos Fortes sebagai algojo pun dengan baik mengeksekusinya.