“Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya.
Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026, Rici Vauzi, menilai seleksi pemain menitikberatkan teknik dasar, insting bermain, dan mental juara. Dia melihat perbedaan mencolok antara pemain yang matang secara teknik dan yang masih belajar.
“Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan,” kata Rici.
Pada pembentukan tim All-Stars, dia menyebut seleksi KU-12 relatif lebih mudah karena konsistensi latihan, sedangkan KU-10 masih terbatas jumlah pemain menonjol.
“Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya.