Gila! 3.937 Siswi Ramaikan MLSC Jakarta dan Solo Seri 2, Juara Baru Lahir dan Rekor Gol Pecah

Reynaldi Hermawan
MilkLife Soccer Challenge Jakarta & Solo Seri 2 2025–2026 melahirkan juara baru, mencatat ribuan peserta, serta menghadirkan rekor gol dan final dramatis di dua (Foto: MLSC)

JAKARTA, iNews.id - MilkLife Soccer Challenge Jakarta dan Solo Seri 2 2025–2026 resmi menuntaskan persaingan sengit di dua kota dengan lahirnya juara-juara baru dan rekor gol yang mencolok di kategori usia 10 dan 12 tahun.

Turnamen yang memasuki tahun ketiga ini menampilkan dominasi SDN Cilangkap 01 B dan SDN Mampang 3 di Jakarta, serta MIN 9 Sragen dan SD Kristen Manahan SKA di Solo. Ribuan siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah turun langsung meramaikan kompetisi yang digelar pada Februari 2026.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan komitmen jangka panjang dalam membangun fondasi sepak bola putri sejak usia dini.

“MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan yang konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League. Dari hasil MilkLife Soccer Challenge maupun Hydroplus Soccer League, terlihat tren yang sangat positif,” ujar Teddy.

Menurut dia, peningkatan kualitas dan jumlah peserta terlihat signifikan pada seri Jakarta dan Solo musim 2025–2026. Atmosfer pertandingan juga diwarnai semangat, fairplay, serta interaksi positif antar pemain.

“Di seri Jakarta dan Solo terjadi peningkatan kualitas yang signifikan, begitu pula dari jumlah peserta yang terus bertambah. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Indonesia, dan kami sangat gembira melihat tren yang terus meningkat ini,” tambahnya.

Asisten Pelatih MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026, Rici Vauzi, menilai seleksi pemain menitikberatkan teknik dasar, insting bermain, dan mental juara. Dia melihat perbedaan mencolok antara pemain yang matang secara teknik dan yang masih belajar.

“Dalam setiap laga, perbedaan antara pemain yang menguasai permainan dan yang baru belajar menjadi sangat nyata, terlihat dari kecepatan membaca situasi, ketepatan dalam mengoper dan menggiring bola, kemampuan menahan tekanan lawan, serta mental dan keberanian mereka untuk mengambil risiko demi mendominasi permainan,” kata Rici.

Pada pembentukan tim All-Stars, dia menyebut seleksi KU-12 relatif lebih mudah karena konsistensi latihan, sedangkan KU-10 masih terbatas jumlah pemain menonjol.

“Hadirnya juara baru di Seri Jakarta membuat turnamen lebih seru, karena tim yang sebelumnya mendominasi kini tergantikan. Ini menjadi pemacu semangat bagi semua tim, bahwa siapa pun bisa meraih gelar selama menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan,” tutupnya.

Editor : Reynaldi Hermawan
Artikel Terkait
Soccer
3 hari lalu

MLSC Jakarta Seri 2 2025-2026 Diserbu 2.319 Siswi, Pemprov DKI Turun Gunung Dukung Sepak Bola Putri

Soccer
13 hari lalu

Kejutan Besar MilkLife Soccer Challenge 2026, Juara Baru Terukir di Bandung dan Yogyakarta

All Sport
18 hari lalu

Fantastis! PB Djarum Apresiasi Atlet Berprestasi 2025 Senilai Rp512 Juta

Soccer
26 hari lalu

MLSC Seri 2 Ekspansi ke Kalimantan, Samarinda dan Banjarmasin Jadi Pusat Talenta Sepak Bola Putri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal