Tebas juga menolak wacana perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim. Menurut dia, FIFA terlalu memusatkan industri sepak bola pada turnamen yang berlangsung sekitar 40 hari dan hanya melibatkan sebagian kecil pemain profesional.
Dia menegaskan kompetisi domestik merupakan fondasi utama sepak bola karena berjalan sepanjang musim serta menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan. Karena itu, kalender pertandingan internasional perlu dikurangi dan liga nasional harus mendapat perlindungan lebih besar.
Kritik berikutnya menyasar jeda hidrasi wajib selama tiga menit pada setiap babak Piala Dunia 2026. FIFA menerapkan jeda tersebut pada seluruh pertandingan tanpa mempertimbangkan cuaca, suhu, keberadaan atap, atau sistem pendingin stadion dengan alasan keselamatan pemain.
Tebas menyebut kebijakan itu sebagai tipuan yang membuka ruang iklan tambahan. Dia mencontohkan pertandingan di Dallas, Los Angeles, dan Atlanta yang berlangsung di arena dengan pendingin udara hingga membuatnya perlu mengenakan pakaian hangat di tribune.
“Jeda hidrasi adalah tipuan. Di LALIGA kami juga memilikinya, tetapi hanya ketika cuaca benar-benar panas,” kata Tebas.