Souza juga menekankan pentingnya setiap pemain melakukan evaluasi diri. Dia meminta seluruh skuad, termasuk Cyrus Margono, memahami performa masing-masing tanpa harus selalu menunggu penilaian pelatih.
"Mereka semua adalah pemain profesional, jadi dia (pemain) harus bisa menilai diri sendiri, melakukan autokritik terhadap performanya. Dan nanti, setelah saya melihat rekaman pertandingan kembali, saya akan melakukan analisis mendalam. Di situlah saya bisa masuk ke dalam proses koreksi tersebut," sambungnya.
Menurut dia, kesadaran individu menjadi kunci peningkatan performa tim. Setiap pemain dinilai sudah pasti mengetahui apakah dia tampil baik atau justru sebaliknya dalam sebuah pertandingan.
"Siapa yang bermain bagus pasti tahu dia bermain bagus. Siapa yang bermain tidak maksimal hari ini, pasti dia juga menyadari bahwa dia tidak maksimal," jelasnya.
Kekalahan ini memberi dampak serius bagi Persija dalam perburuan gelar. Mereka gagal menambah poin penting saat kompetisi memasuki fase krusial musim ini.
Saat ini, Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan koleksi 52 poin. Jarak mereka terpaut sembilan angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Situasi ini membuat tekanan semakin besar bagi Persija untuk segera bangkit di laga berikutnya. Evaluasi yang disiapkan Mauricio Souza menjadi langkah awal untuk memperbaiki performa tim secara keseluruhan.