Menanggapi hal itu, Garuda Saudi membeberkan fakta bahwa dari total 4.000 tiket yang dialokasikan untuk pendukung Indonesia, hanya sebagian kecil yang dikelola langsung oleh komunitas mereka.
“Prioritas utamanya adalah WNI yang tinggal di Arab Saudi dan sekitarnya, bukan kelompok tertentu. Kalau itu disebut monopoli, maka definisinya perlu diperjelas lagi,” tegas mereka.
Sebagian besar tiket, lanjut Garuda Saudi, dibeli melalui platform resmi KitaGaruda.id, yang memang disiapkan PSSI untuk memudahkan pembelian tiket bagi WNI di luar negeri.
Garuda Saudi juga menepis keras tudingan bahwa ada tiket hilang karena ulah pihak internal. Mereka menjelaskan, masalah tiket justru berasal dari penjualan ulang oleh pihak ketiga di luar sistem resmi.
“Tiket yang hilang bukan karena IP atau sistem Garuda Saudi. Itu akibat pindah tangan atau praktik calo di luar kendali kami. Tiket yang dibeli langsung lewat Garuda Saudi dan Kita Garuda tidak ada masalah,” jelas mereka.