“Kami ingin memastikan semua tim bermain dalam kondisi yang sama di setiap pertandingan,” ujarnya.
Dia juga menyebut jeda ini bisa membantu pemain menjaga intensitas hingga akhir pertandingan.
Konsep hydration break sendiri bukan hal baru dalam sepak bola modern. Aturan ini pertama kali diperkenalkan secara luas pada 2014 setelah muncul kekhawatiran suhu ekstrem di Piala Dunia Brasil.
Saat ini, penggunaannya masih bersifat situasional, tergantung kondisi cuaca dan suhu di lapangan. UEFA sendiri tidak berencana menerapkan aturan jeda wajib di kompetisi seperti Liga Champions atau Euro 2028.
Keputusan FIFA terkait aturan ini untuk Piala Dunia 2030 yang akan digelar di beberapa negara masih menjadi tanda tanya.