Dia menyebut keputusan mundur merupakan langkah besar, namun dia merasa sudah membawa Ajax ke titik maksimal kontribusinya. Tanpa tekanan email, telepon, maupun pengambilan keputusan penting, dia bisa fokus sepenuhnya pada pemulihan.
Dia juga mengaku tidak mendapat penjelasan pasti soal penyebab pendarahan otak tersebut. "Itu terjadi secara alami. Sesuatu terjadi di otak, atau di bagian belakang leher, lalu Anda tidak sadarkan diri," ucapnya.
Kini, hampir tiga tahun berlalu sejak kejadian tersebut. Van der Sar menikmati hidup dengan ritme lebih tenang. Dia mengisi waktu dengan aktivitas sederhana seperti berjalan dengan anjing peliharaan dan berlibur.
Menurutnya, proses pemulihan berjalan lebih lama dari perkiraannya. Sejak usia 18 hingga 40 tahun dia berkarier sebagai pemain profesional, lalu berlanjut menjadi direktur Ajax hingga usia 53 tahun. Setelah mengambil jeda, dia merasa bisa menikmati hidup dengan lebih santai bersama keluarga.