Dugaan Rasisme di EPA U-20, Erick Thohir Beri Peringatan Keras: Tak Ada Toleransi!

Abdul Haris
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Foto: Dok PSSI Pers)

Dia meminta operator kompetisi seperti I-League yang mengelola EPA, Liga 1, dan Liga 2 untuk terus menegakkan nilai saling menghargai.

Klub peserta juga diminta aktif menjaga lingkungan kompetisi tetap sehat dan edukatif.

PSSI mendorong penguatan sosialisasi anti-rasisme, anti-kekerasan, toleransi, disiplin, serta kepatuhan terhadap aturan pertandingan.

Pengawasan pertandingan perlu diperketat agar kompetisi usia muda menjadi ruang belajar yang aman bagi pemain.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengapresiasi langkah Bhayangkara FC dan Dewa United yang mempertemukan dua pemain, Fadly Alberto Hengga dan Rakha Nurkholis, untuk menyelesaikan persoalan.

“Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai prinsip Pancasila, meskipun berbeda daerah, semua berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi pemain,” tuturnya.

Editor : Abdul Haris
Artikel Terkait
Soccer
47 menit lalu

Kericuhan EPA U-20 Meledak! PSSI Tegaskan Aturan Anti-Rasisme

Buletin
1 hari lalu

Buntut Tendangan Kungfu EPA U-20, Fadly Alberto dan Raka Nurholis Resmi Berdamai

Soccer
1 hari lalu

PSSI Diundang FIFA ke Kanada, Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik?

Soccer
2 hari lalu

Kasus Tendangan Kungfu EPA U-20 Resmi Ditutup, Dua Klub Sepakat Evaluasi Total

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal