Cerita Aremania saat Detik-detik Tragedi Kanjuruhan: Lampu Dimatikan, Gas Air Mata Ditembakkan ke Tribun

Avirista Midaada
Salah satu Aremania menceritakan detik-detik kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan nyawa melayang. (foto: Antara).

"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun juga ditembak gas air mata. Kami cinta Arema dan Kanjuruhan, tetapi dalam situasi ini malah seperti dijebak di dalam kurungan karena saat gas air mata ditembakkan pintu keluar belum dibuka. Meskipun setelah itu terbuka, namun dalam situasi kacau menjadi masalah sendiri," katanya.

Situasi saat itu sangat kacau, ada Aremania yang berusaha menyerang petugas juga berhasil.  Dia berharap perseteruan antarsuporter segera selesai dan tercipta perdamaian.

"Saya sampaikan kalau terus terprovokasi mau seperti apa. Kami selalu menyuarakan perdamaian dengan siapapun, termasuk suporter tim rival," tuturnya.

Editor : Ibnu Hariyanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hasil Super League: Dramatis! Arema Ditahan Malut United di Kanjuruhan

57 tahun lalu

Pasukan Israel Bersiap Bentrok dengan Warga Palestina Selama Ramadan, Siapkan Drone Gas Air Mata

57 tahun lalu

Aremania Serbu SUGBK, Suasana Persija vs Arema FC Jadi Sorotan Super League

57 tahun lalu

Tawuran Warga Pecah di Terowongan Manggarai, Penumpang KRL Terdampak Gas Air Mata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal