Namun, pemantauan lanjutan menunjukkan adanya gangguan yang memerlukan tindakan lebih lanjut. Kondisi tersebut membuat tim medis merekomendasikan operasi.
Selama proses rehabilitasi, pendekatan berbasis sport science tetap diterapkan. Tim medis melakukan pemantauan menyeluruh terhadap kekuatan otot dan kondisi fisik pemain.
“Secara protokol tidak ada program yang benar-benar khusus karena kami mengikuti standar rehabilitasi yang sudah ada. Namun kami tetap melakukan pendekatan sport science dengan pemeriksaan menyeluruh, terutama terkait kekuatan otot paha dan betis,” jelasnya.
Langkah operasi dilakukan dengan target membawa Rian kembali dalam kondisi lebih prima. Tim medis ingin memastikan performanya meningkat setelah pemulihan.
“Hasil pemeriksaan itu akan menjadi acuan. Setelah proses rehabilitasi selesai, kami akan melakukan pengukuran kembali untuk membandingkan kondisinya sebelum operasi. Targetnya jelas, kami ingin Rian kembali dalam kondisi lebih kuat dari sebelumnya,” tambahnya.