Selisih kecil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level Asia. Satu hasil pertandingan saja bisa mengubah posisi secara signifikan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan perbedaan kondisi. Klub Kamboja masih aktif bertanding di kompetisi Asia, termasuk di level kasta ketiga, sehingga terus mengumpulkan poin.
Sementara itu, Indonesia sudah tidak memiliki wakil yang bertahan di kompetisi Asia, membuat peluang tambahan poin semakin tertutup.
Tanpa representasi di level kontinental, posisi dalam ranking menjadi sangat rentan. Situasi ini membuat perubahan peringkat bukan lagi sekadar kemungkinan, tetapi konsekuensi langsung dari performa di lapangan.